dia adalah manusia di persimpangan
yang sedang menunggu entah siapa
atau bahkan tidak menunggu barang siapa?
dia adalah manusia di persimpangan
dengan semua kenangan di benaknya
dan juga beribu harapan di detaknya
dia adalah manusia di persimpangan
masih dengan bodohnya terus terdiam
namun tidak ingin tahu kemana tujuannya
dia adalah manusia di persimpangan
yang masih sering mengucap sebuah nama
hingga hatinya perih dibuatnya
dia adalah manusia di persimpangan
mudah baginya untuk melupakan
namun sulit baginya untuk melaksanakan
dia adalah manusia di persimpangan
masih dengan kalimat sama setiap saat;
"sampai bertemu lagi di persimpangan, sayang"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar