masih sama judulnya seperti post pertama saya di awal tahun ini. bedanya cuma subjeknya aja. siapanya yang udah beda.
di post sebelumnya rasa suka saya ternyata cuma penasaran aja ga lebih. dan palingan cuma bertahan sebulan. ga lama setelah itu saya menemukan seseorang yang bisa membolak-balikan hati saya setelah sekian lama menutup atau bahkan ga pernah ngebiarin seseorang untuk berani memporak porandakan benteng hati saya. bisa dilihat dari beberapa post terakhir saya, hampir semua tentang dia. lebay ya? hahaha tapi emang gitu adanya.
saya masih belum tau ini namanya apa. hanya sekedar obsesi atau memang saya telah jatuh cinta? masih belum bisa memastikan karena udah lama ga ngerasain rasanya kasmaran yang berbalas. hahahahah selama ini saya cuma mampu menyukai seseorang dengan diam-diam yang pada akhirnya rasanya akan memudar dan hilang setelah sadar ya emang ga bakal terbalas. tapi yang ini beda.
kasmaran saya berbalas. atau setidaknya pernah.
loving someone was never easy for me. entah memulainya maupun mengakhirinya.
makanya dari dulu suka hati-hati banget mau naruh hati yang bener-bener kayak "i'm so in love with this person". bahkan saya sampai harus bilang "aku gamau ngasih sayang cepet-cepet" setiap belajar jatuh cinta. oh mungkin orangnya bakal baca dan inget karena aku pastinya pernah bilang ke kamu di awal kita mencoba buat ngejalanin hubungan pada senin sore kala itu.
betul mungkin bisa ditebak bahwa bukan saya duluan yang pertama naksir. bukan saya yang duluan mengagumi. bukan saya yang duluan mengejar-ngejar. bukan saya duluan yang berusaha. tapi saya mau.
mudah untuk menertawai candaanmu. mudah untuk senyum-senyum tiap namamu muncul di notifikasi. mudah untuk seneng sampai mau mati tiap ada panggilan masuk darimu. mudah untuk seketika jadi putri malu tiap bertemu denganmu. mudah untuk jantung berdegup kencang akan segala sesuatu yang berhubungan denganmu.
ternyata ada yang salah. jatuh cinta sama kamu itu mudah.
saya ga akan menceritakan bagaimana kisah kita berakhir. tragedi apa yang menyebabkannya. biar kita berdua yang tau. oh atau bahkan kita sama-sama tidak tau? tapi ada satu yang benar. mengakhiri perasaan ini tidaklah mudah. saya harus berjuang sendirian melepas rasa yang pada awalnya tidak pernah terpikirkan untuk saya mulai. sendiri tanpa kamu lagi.
hingga pada akhirnya saya lah yang terakhir naksir kamu. saya yang terakhir mengagumimu. saya yang terakhir mengejar-ngejarmu. saya yang terakhir berusaha. saya yang pada akhirnya hanya bisa menikmatimu dari kejauhan. saya masih sama. bedanya, sekarang kamu yang tidak mau.
hingga pada akhirnya saya lah yang terakhir naksir kamu. saya yang terakhir mengagumimu. saya yang terakhir mengejar-ngejarmu. saya yang terakhir berusaha. saya yang pada akhirnya hanya bisa menikmatimu dari kejauhan. saya masih sama. bedanya, sekarang kamu yang tidak mau.
selamat. selamat telah berhasil masuk ke dalam ruang hati saya.
tenang saja. saya tak akan bilang bahwa ini tidak adil karena saya harus mengakhiri hal yang kamu mulai duluan. jatuh cinta bukanlah pilihan, tapi menyeselaikannya adalah kita yang tentukan. kamu sudah menentukan pilihanmu dan sekarang saatnya saya. bodohnya lagi di awal menulis ini saya masih sedikit berharap nantinya kamu akan buka dan baca. padahal untuk apa juga kan kamu buka tempat ini lagi sekarang? mungkin saja sudah lupa.
hahaha tak apa.
semuanya berproses.
semuanya berproses.
semuanya berputar.
semua ini akan berlalu pada akhirnya.
boleh kan kalau saya bilang rindu di sini? tapi rindu saja datang tanpa permisi, lalu untuk apa saya meminta ijin darimu untuk sekedar mengatakan rindu?
ya sudah intinya saya rindu kamu.
kamu tidak rindu balik juga boleh.